Cerita Bahasa Inggris Tentang Sahabat Abu Bakar As-Siddiq

Cerita Bahasa Inggris Tentang Sahabat Abu Bakar As-Siddiq – Hai kawan – kawan! Sebelumnya kita telah menceritakan tentang cerita  salah satu sahabat nabi, yaitu Utsman bin Affan dalam Bahasa Inggris. Kali ini kita akan memberikan kalian beberapa cerita mengenai para sahabat nabi. Berikut adalah cerita Bahasa Inggris tentang sahabat nabi, yaitu Abu Bakar As-Siddiq.


The Virtues of Abu Bakr As-Siddiq

Abu Bakr as-Siddiq was the Prophet SAW’s most noble companion, even it was said he was the glorified man after the prophets and apostles.

Nasab and Character

Abu Bakr’s name is Abdullah bin Uthman at-Taimi, but his kun-yah (Abu Bakr) is more popular than his own original name. He was Abdullah ibn Uthman ibn Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Ta-im bin Murrah ibn Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr al-Qurashi at-Taimi. He met his nasab with the Prophet sallallaahu ‘alaihi wa sallam on his grandfather Murrah bin Ka’ab bin Luai.

His mother is Umm al-Khair, Salma bint Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Ta-im. Thus the father and mother of Abu Bakr came from the tribe of Ta-im.

The morals of Abu Bakr are he is a man known for his goodness, courage, very strong stance, able to think calmly in a precarious state though, a penitent who has a strong determination, in his understanding he is the most understand the Arab lineage, a person who put up with Allah’s promises, wara ‘and away from the confusion of thought, zuhud, and gentle. He also never did disgraceful morals in the days of ignorance (jahiliyah), may Allah be pleased with him.

He is among the first one to embrace Islam.

The virtues of Abu Bakr

– A person whom the Messenger of Allah Believed to Accompany him emigrated to Medina

In the journey of this hijra, Abu Bakr guarded, served, and glorifed the Prophet SAW. He invited the apostle to rest while he looked after him as if he did not feel tired and needed to rest.

Anas ibn Malik narrated from Abu Bakr, Abu Bakr said, “When I was in the cave, I said to the Messenger of Allah, ‘If these polytheists look down on their feet we must be seen’. The Messenger of Allah replied, ‘How do you think Abu Bakr with two people while Allah becomes the third (meaning Allah is with the two people)’. The Messenger of Allah calmed Abu Bakr’s heart in times when they were surrounded by mushrikin of Mecca who wanted to catch them.

– As the Prophet’s Most Deep Thought Companion

Abu Said al-Khudri said, “One day, the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) preached before his Companions by saying, ‘Allah has sent a servant to choose the world or choose the reward and what is with Allah, and the servant chooses what is with Allah ‘.

Abu Sa’id said, “(Heard it) Abu Bakr cried, we wondered why he was crying when the Messenger of Allah just told a servant who chose kindness. Finally we know that the servant is none other than the Prophet SAW himself. Abu Bakr was the most understanding and knowledgeable among us. Then the Prophet continued his khutbah,

“Indeed, the greatest in friendship and willingness to issue his property is Abu Bakr. If only I were allowed to choose a lover other than my Rabb, I would have made Abu Bakr as a lover, but it was enough to be an Islamic brotherhood and a love for it. ”

– The position of Abu Bakr on the Side of the Prophet

From Amr bin Ash, Allah’s Messenger (may peace be upon him) sent me in the battle of Dzatu as-Salasil, when I went to the Messenger of Allah and asked him, “Who is your beloved?” The Messenger replied, “Aishah.” Then I asked again, “Among men ? “The Messenger of Allah replied,” His Father (Abu Bakr). ”

– While Still Living in the World, Abu Bakar is Already Signed Heaven

Abu Musa al-Ash’ari narrates, one day he performed ablution at his house and then came out with the Prophet SAW. Abu Musa went to the mosque and asked where the Prophet SAW was. He answered that the Prophet SAW went out for a need. Abu Musa said, “I immediately went out to try to see him while wondering, until finally he entered into a garden with a well called Aris well. I sat at the door of the garden, until he fulfilled his needs.

After that I went into the garden and he was sitting on top of the well while unveiling his calf and sticking his legs into the well. I said salam to him, then went back to guard at the door, mumbling “Today I must be the guardian of the Messenger of Allah”. Soon someone came to enter the garden, I asked, “Who is it?” He replied, “Abu Bakr.” I replied, “Wait a minute.” I came to the Messenger of Allah and asked him, “O Messenger of Allah, Abu Bakr came and asked permission to enter.” The Messenger of Allah replied, “Let him come in and tell him that he is the dweller of heaven.”

Artinya:

Keutamaan Abu Bakar As-Siddiq

Abu Bakr as-Siddiq adalah sahabat Nabi SAW yang paling mulia, bahkan dikatakan bahwa dia adalah orang yang dimuliakan setelah para nabi dan rasul.

Nasab dan Karakter

Nama Abu Bakr adalah Abdullah bin Utsman di Taimi, tapi kun-yah (Abu Bakr) lebih populer daripada nama aslinya sendiri. Dia adalah Abdullah ibn Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Ta-bin bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin al-Qurashi at-Taimi. Ia bertemu dengan nasabnya dengan Nabi SAW pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Luai.

Ibunya adalah Umm al-Khair, Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Ta-im. Dengan demikian ayah dan ibu Abu Bakr berasal dari bani Ta-im.

Sifat Abu Bakr adalah dia dikenal karena kebaikan, keberanian, sikap yang sangat kuat, dapat berpikir dengan tenang dalam keadaan genting, orang yang memiliki tekad yang kuat, dalam pemahamannya dia adalah orang yang paling mengerti garis keturunan Arab, seorang yang bertahan dengan janji-janji Allah, wara’ dan jauh dari kebingungan pikiran, zuhud, dan lembut. Dia juga tidak pernah melakukan akhlak yang buruk pada zaman jahiliyah, semoga Allah meridainya. Dia termasuk yang orang pertama yang memeluk Islam.

Keutamaan dari Abu Bakr

– Seseorang yang Rasulullah Percaya menemani Beliau hijrah ke Madinah

Dalam perjalanan hijrah ini, Abu Bakar menjaga, melayani, dan memuliakan Nabi SAW. Dia mengundang Rasulullah untuk beristirahat sementara dia merawatnya seolah-olah dia tidak merasa lelah dan perlu istirahat.

Anas ibn Malik menceritakan dari Abu Bakr, Abu Bakr berkata, “Ketika saya berada di dalam gua, saya berkata kepada Rasulullah, ‘Jika orang-orang musyrik ini melihat ke bawah kaki mereka, kita akan terlihat’ Rasulullah menjawab, ‘Menurut Anda bagaimana Abu Bakr dengan dua orang sementara Allah menjadi yang ketiga? (berarti Allah bersama dua orang tersebut)’ Rasulullah menenangkan hati Abu Bakr pada saat mereka dikelilingi oleh musyrikin Mekah yang ingin menangkap mereka.

– Sebagai Sahabat Nabi yang Paling Terang (dalam ilmunya)

Abu Said al-Khudri berkata, “Suatu hari, Rasulullah saw bersabda di hadapan para sahabatnya dengan mengatakan, ‘Allah telah menyuruh seorang hamba untuk memilih dunia atau memilih pahala dan apa yang ada bersama Allah, dan hamba tersebut memilih apa yang ada bersama Allah’.

Abu Sa’id berkata, “(Mendengarnya) Abu Bakar menangis, kami bertanya-tanya mengapa dia menangis ketika Rasulullah hanya memberi tahu seorang hamba yang memilih kebaikan. Akhirnya kita tahu bahwa hamba itu tidak lain adalah Nabi SAW sendiri. Abu Bakar adalah orang yang paling mengerti dan berpengetahuan luas di antara kita. Kemudian Nabi melanjutkan khutbahnya,

“Memang, yang terbesar dalam persahabatan dan kemauan untuk mengeluarkan harta bendanya adalah Abu Bakr. Kalau saja aku diizinkan memilih kekasih selain Rabbku, aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasih, tetapi cukuplah persaudaraan Islam dan cinta untuk itu.”

– Posisi Abu Bakr di Sisi Nabi SAW

Dari Amr bin Ash, Rasulullah SAW mengirim saya dalam pertempuran Dzatu as-Salasil, ketika saya pergi ke Rasulullah dan bertanya kepadanya, “Siapakah yang Anda cintai?” Rasulullah menjawab, “Aishah.” Lalu saya bertanya lagi, “Di antara lelaki?” Rasulullah menjawab, “Bapaknya (Abu Bakr).”

– Saat Masih Hidup di Dunia, Abu Bakar Sudah Dipastikan Masuk Surga

Abu Musa al-Asy’ari menceritakan, suatu hari dia berwudhu di rumahnya dan kemudian keluar bersama Nabi SAW. Abu Musa pergi ke masjid dan bertanya di mana Nabi SAW berada. Dia menjawab bahwa Nabi SAW pergi keluar untuk suatu kebutuhan. Abu Musa berkata, “Saya segera pergi untuk mencoba menyusulnya sambil bertanya-tanya, hingga akhirnya Beliau masuk ke sebuah taman dengan sumur yang disebut dengan sumur Aris. Saya duduk di pintu kebun, sampai beliau selesai memenuhi kebutuhannya.

Setelah itu saya pergi ke kebun dan dia duduk di atas sumur sambil membuka betisnya dan memasukkan kakinya ke sumur. Saya mengatakan salam kepada Beliau, lalu kembali untuk menjaga pintu dan bergumam “Hari ini saya harus menjadi penjaga Rasulullah.” Segera seseorang masuk ke kebun, saya bertanya, “Siapa itu?” Dia menjawab, “Abu Bakar.” Saya menjawab, “Tunggu sebentar.” Saya datang ke Rasulullah dan bertanya kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, Abu Bakr datang dan meminta izin untuk masuk.” Rasulullah menjawab, “Biarkan dia masuk dan katakan kepadanya bahwa dia adalah penghuni surga. ”

Demikianlah cerita Bahasa Inggris tentang sahabat nabi, yaitu Abu Bakar As-Siddiq. Semoga cerita tersebut dapat diambil pelajarannya sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.
Buka Komentar

0 Response to "Cerita Bahasa Inggris Tentang Sahabat Abu Bakar As-Siddiq"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel